Satu Lap Terakhir di Nürburgring Untuk Tahun 2025

Dengan berakhirnya tahun 2025, gue menandai tahun keempat sebagai pengunjung rutin Nürburgring. Sejak kunjungan pertama gue di tahun 2019, gue sudah ketagihan oleh sensasi g-force dan sensasi mengemudi di “Green Hell”. Dan ketika gue beli mobil sendiri pada tahun 2021, gue langsung membeli ban semi-slicks dan mulai rutin mengunjungi Ring mulai akhir tahun itu.

Dengan Nürburgring memasuki masa hibernasi di musim dingin, gue gak bisa menahan diri untuk merencanakan satu perjalanan terakhir untuk menutup tahun pada hari terakhir Nürburgring buka. Uniknya, Nürburgring tahun ini buka hingga 30 November, jauh memasuki bulan-bulan dingin dengan salju yang sesekali mulai turun di wilayah Eifel, Jerman - untuk pergi ke Nürburgring pada hari terakhir akan menjadi pertaruhan dengan cuaca.

Meskipun demikian, bisnis berjalan seperti biasa di Nürburgring. Dengan hujan di pagi hari dan suhu di bawah 10 derajat, hari terakhir Touristenfahrten dimulai dengan Nordschleife yang licin buat siapapun yang cukup berani - atau nekat - untuk menerima tantangan. Untungnya, aspal Nürburgring perlahan-lahan mengering seiring mereka melintasi sirkuit yang basah.

Walau sirkuit Nürburgring adalah tempat dimana aksi berlangsung, area masuk/parkir Devil’s Diner adalah tempat dimana budaya dan passion paling terasa - mulai dari obrolan tentang mobil, orang-orang tak kenal yang terhubung satu sama lain melalui passion yang sama, hingga mobil yang keluar masuk sirkuit setiap detik. Elu akan melihat segalanya - mulai dari Porsche 911 GT3 RS yang populasinya sudah mirip Kijang Innova di Jakarta hingga sekelompok Mazda MX-5 modifi yang membentuk konvoi “Miata Train” di sirkuit. Berbeda dengan musim panas, dimana Nürburgring penuh sesak dan semua orang mengemudi seolah-olah sedang berusaha mencetak rekor di bawah 7 menit, musim gugur ini lebih banyak penduduk lokal dan pengunjung setia yang merayakan putaran terakhir untuk tahun ini. Ini adalah acara yang lebih santai, tetapi tidak kalah semarak.

Acara utama hari itu dimulai pada pukul 15:30, saat pit T13 mulai penuh dan menyebabkan kemacetan di dalam Ring, sambil menunggu lap parade yang akan berlangsung setelah sirkuit resmi ditutup. Setelah melihat suasana, gue memutuskan untuk lanjut dengan lap terakhir gue sebelum parade agar bisa berdiri di pintu keluar untuk merekam momen akhir musim 2025.

Setelah mobil Golf VIII R rental terakhir masuk, cuaca tiba-tiba cerah kembali, dan matahari bersinar untuk lap terakhir musim ini. Setelah momen tenang yang singkat di pintu masuk, lautan lampu mobil muncul dari ujung sirkuit, perlahan mendekat. Dan mobil pertama yang kembali dan keluar dari sirkuit adalah Mazda MX-5 NA berwarna kuning.

Dengan lampu sein dan klakson yang memenuhi suasana parkiran Devil’s Diner, kita merayakan momen terakhir di Nürburgring. Awan kembali mendominasi langit tepat saat mobil terakhir - sebuah Mk2 Ford Focus ST - keluar dari sirkuit. Timing-nya tidak bisa lebih sempurna - sangat puitis untuk mendapat sinar matahari sebentar untuk perayaan terakhir di Nürburgring, hanya untuk menghilang sepenuhnya setelahnya, melambangkan akhir dari satu tahun yang penuh adrenalin di Nürburgring. Saat area parkir menjadi gelap, berakhir juga tahun 2025 di Nürburgring.

Gue tinggal di area parkir sebentar setelah Nürburgring tutup, menikmati suasana Nürburgring yang tak terlupakan untuk terakhir kalinya sebelum berpamitan dengan beberapa kawan dan meninggalkan area sirkuit. Keajaiban Nürburgring adalah fakta bahwa semua ini adalah hal yang biasa - gerbang Nürburgring yang selalu terbuka menciptakan budaya yang meriah yang merayakan serunya berkendara sepanjang tahun. Sepanjang perjalanan, kita merayakan momen-momen di sirkuit terpanjang di dunia sepanjang 20,8 km. Tentu saja, kita akan melanjutkan semuanya pada Maret 2026, melanjutkan dari titik di mana kita berhenti.

Next
Next

Status Modifikasi Otomotif Eropa di Essen Motor Show 2025